TUGAS BAB 5 ALAT KERJA DAN PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIC

 

CARA MENYAMBUNG KABEL FIBER OPTIK


 ALAT DAN BAHAN

1. SPLICER




 Adalah alat yang digunakan untuk menyambung ujung kabel core dengan pigtail atau ujung kabel core dengan ujung kabel core atau bisa juga untuk penyambungan dua kabel di dalam joint closure.



2. HEATER / PEMANAS 




 Setelah kabel menjadi satu, bagian yang terbuka di beri pelindung kemudian di panaskan dengan heater agar kuat dan tidak mudah lepas.



3. CLEVER 





di gunakan untuk meratakan ujung kabel FO agar ketika di hubungkan tidak memiliki loss decibel yang besar. Karena standar loss decibel yang di tetapkan oleh PT





4. TANG PENGUPAS





digunakan untuk mengupas kabel FO




5. ALKOHOL DAN TISSUE  




digunakan untuk membersihkan kaca pada kabel fiber optik. Kebersihan kaca juga mempengaruhi kualitas kebel saat di splicing











LANGKAH LANGKANG MENYAMBUNG KABEL FIBER OPTIK

1. Kupas kulit kabel menggunakan lupsheat cutter, panjang kupasan disesuaikan dengan jenis
         penyambungan yang dipakai seperti gambar berikut
        
   2. Ambil salah satu ujung serat optik kemudian kupas pelindung serat optik (secondary coating)      
       tersebut dengan fiber stripper, panjang ujung serat optik yang dikupas kurang lebih 4 cm
   3. Bersihkan ujung serat optik tersebut ( untuk menghilangkan primary coating ) dengan tissue
       yang sudah dibasahi dengan alkohol 90%

    4. Potong ujung serat optik tersebut dengan fiber cutter/ fiber cleaver,


        periksa hasil pemotongan dan serat optik pada mikroskop
        Jika hasil pemotongan maupun pembersihan berhasil baik maka proses penyambungan dapat
        dilaksanakan, namun bila hasil potongan dan pembersihan tidak baik maka proses diatas
        diulangi. Laksanakan pemotongan dan pembersihan pada ujung serat optik dari kabel
        pasangannya kemudian sambungkan, jangan lupa untuk memasukkan selongsong sambung pada
        salah satu serat sebelum penyambungan serat kabel tersebut. Pemotongan dan pembersihan
        dilaksanakan satu per satu setelah fiber sebelumnya disambungkan, perhatikan kode warna dari
        masing-masing serat optik jangan sampai tertukar.
    5. Untuk fusion splicer yang berjalan otomatis bila hasil pemotongan baik maka tidak muncul
        message error pada layar monitor.

E. Penggunaan Fusion Splicer
    1. Setelah persiapan penyambungan dilaksanakan, lakukan set-up pada fusion splicing machine :
        - Nyalakan fusion splicing machine dengan memindahkan posisi switch on sampai lampu pilot
          menyala
        - Buka canopy sehingga lampu pilot padam, tarik kunci chuck sehingga kedua mekanikan chuck
          terbuka
        - Tempatkan kedua serat optik yang akan disambung pada V-groove dari setiap mekanikal chuck
           dari splicing machine. ( Pada saat penempatan serat optik harus tepat pada lekuk V-groove dan
           jangan menyentuh benda apapun )
        - Tutup mekanikal chuck secara perlahan sehingga serat tadi terjepit oleh mekanikal chuck
    2. Tutup canopy kemudian tekan tombol set sehingga fusion splicing melakukan aligmentnya
        secara otomatis dan melaksanakan peleburan
    3. Jika peleburan telah selesai buka canopy dan pindahkan fiber tersebut ke alat heater kemudian
        geser splice protector tepat ditengah-tengah sambungan
    4. Periksa hasil penyambungan dengan melihat layar monitor
     5. Bila penyambungan berhasil dengan baik maka periksa redaman yang terjadi pada sambungan
         tersebut ( batas maksimal redaman 0,2 dB/splice ). Bila hasil redaman melebihi batas,
       penyambungan dapat diulang kembali.
-PENGGUNAAN FUSION SPLICER

Fusion Splicer (Fiber Optik) merupakan perangkat dalam sistem komunikasi yang digunakan untuk menyambungkan ujung fiber optik. Keberadaan alat ini sangat penting untuk membuat infrastruktur kabel optik menjadi optimal. Dalam membangun jaringan komunikasi pasti dibutuhkan kabel optik dengan ukuran yang panjang dari awal hingga tujuan akhir, sehingga dibutuhkan proses penyambungan. 

Fusion Splicer bukan hanya digunakan untuk penyambungan saat tahap pembangunan jaringan komunikasi saja, namun juga berperan saat melakukan perbaikan kabel optik yang terputus. Kabel optik mempunyai susunan yang berbeda dengan kabel tembaga. Saat kabel tembaga putus, maka tinggal disambung dengan cara melilitkan kedua ujung kabel. Berbeda dengan kabel optik yang membutuhkan alat khusus untuk dapat menyambungkan kedua ujung.

Fusion Splicer memanfaatkan energi panas untuk dapat meleburkan kedua ujung kabel optik yang akan disambung. Proses penyambungan ini akan berlangsung dengan sangat singkat. Fusion Splicer bekerja menggunakan sistem komputer yang berfungsi untuk mengatur angel kedua ujung serat kabel secara otomatis. Serat-serat dalam kabel optik tersebut akan disusun secara sejajar, lalu batang elektroda akan meleburkan serat untuk proses penyambungan kedua ujung fiber optik. Redaman yang dihasilkan oleh Fusion Splicer berkisar 0.03 db, hal ini tergantung dari kualitas pengupasan maupun pemotongan kabel optik yang akan disambung.

Fungsi Fusion Spicer

Fusion Splicer (Fiber Optik) menyambungkan sebuah core dari serat optik yang berbasis kaca dengan mengimplementasikan daya listrik yang diubah menjadi sinar laser. Keberadaan sinar laser berfungsi untuk memanasi kaca di dalam core sehingga dapat tersambung kembali. Fusion splicer memiliki tingkat keakuratan cukup tinggi untuk menghasilkan sambungan serat optik terbaik. 

Saat proses penyambungan terjadi berlangsung proses pengelasan dan peleburan media kaca dalam serat optik untuk menghasilkan suatu media. Selanjutnya, media akan tersambung dengan utuh tanpa celah-celah karena memiliki senyawa yang sama. Fiber optik merupakan kabel jaringan yang terbuat dari serat kaca untuk mentransmisikan arus data secara terarah atau wireline.

Alat Pendukung Penyambungan Kabel Optik Menggunakan Fusion Splicer

Penyambungan fiber optik menggunakan Fusion Splicer (Fiber Optik) juga membutuhkan peralatan pendukung. Berikut ini daftar dari peralatan pendukung yang harus dipersiapakan:

  • Fiber Stripper/Miller

Stripper/Miller merupakan peralatan yang berfungsi untuk mengupas kulit dari fiber optik supaya hanya tersisa Core dari kabel fiber optik yang akan disambung. Kabel fiber optik sangat kecil dan tipis, maka fiber stripper memiliki presisi yang akurat untuk memastikan hanya bagian pelindungnya saja yang terkupas tanpa merusak bagian core kabel fiber optik. Oleh sebab itu, jangan gunakan sembarang alat untuk mengupas bagian kulit dari fiber optik.

  • Fiber Cleaver

Clever merupakan alat pemotong core fiber optik saat kulitnya sudah dikelupas. Proses pemotongan core kabel fiber optik harus menggunakan alat ini supaya serat kaca terpotong dengan rapi. Peralatan fiber cleaver juga memiliki presisi pemotongan yang sangat akurat.

  • Optikal Power Meter (OPM)

OPM merupakan alat yang dirancang untuk melakukan testing terhadap serat optik. Tujuan penggunaan alat ini adalah untuk instalasi, menerima gambaran dan juga pemeliharaan jaringan fiber optik.

  • Optikal Time Domain Reflectometer (OTDR)

OTDR merupakan alat yang digunakan untuk mengevaluasi serat optik pada domain waktu untuk mengukur jarak pada titik dalam serat optik. Alat ini juga digunakan untuk mengukur besar loss rata-rata yang terhitung dalam satuan dB/km antara dua titik yang dipilih.

Peralatan pendukung lain yang harus dipersiapkan adalah, Optikal Light Source (OLS), Optikal Fiber identifier, Visual Fault Locator (Senter Optik), Bit Error Rate Test, dan berbagai bahan-bahan lain untuk membuat penyambungan fiber optik yang berkualitas. 

Prosedur Penyambungan Fiber Optik Menggunakan Fusion Splicer

Penggunaan Fusion Splicer (Fiber Optik) mempunyai beberapa prosedur yang harus dilaksanakan. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan penyambungan serat optik:

  • Menyiapkan bahan dan peralatan untuk penyambungan, antara lain; serat optik (fiber optik)Sleeve Protection, Fiber Striper, Sarung Tangan Karet, Fiber Cleaver, Tissue, dan Alkohol dengan kadar 90%, serta bahan maupun peralatan pendukung lain yang diperlukan. Mempersiapkan alat pendukung dan beberapa bahan yang dibutuhkan menjadi bagian penting yang harus diperhitungkan sebelum melakukan penyambungan;
  • Memasukan Sleeve Protection ke bagian dari salah satu ujung serat yang akan dilakukan penyambungan. Sleeve Protection ini berfungsi sebagai lapisan penguat di fokus titik penyambungan dan berperan sebagai lapisan untuk coating pengganti;
  • Mengupas bagian coating dari kedua ujung serat atau fiber dalam kabel optik menggunakan Fiber Striper. Kondisi Fiber Striper ini memiliki tiga lubang pengupasan, hal ini dikarenakan coating serat optik mempunyai banyak lapisan;
  • Membersihkan bagian ujung serat yang telah dikupas dibagian coating menggunakan tissue dan juga alkohol dengan kadar 90%. Lakukan langkah ini untuk kedua ujung serat optik;
  • Memotong kedua ujung serat optik menggunakan Fiber Cleaver yang berfungsi untuk meratakan bagian ujung fiber, sehingga redaman yang dihasilkan cukup kecil. Gunakan mata pisau khusus yang berbentuk bulat dengan mata pisau yang tajam supaya ujung fiber terpotong dengan rata;
  • Memulai proses penyambungan fiber optik menggunakan Fusion Splicer. Cara yang harus dilakukan adalah meletakan kedua ujung fiber yang akan disambungkan mendekati ujung batang diode, selian itu juga tidak boleh melebihi dari ujung batang diode;
  • Melakukan pengecekan terhadap posisi dari kedua ujung kabel pada layar LCD yang ada di perangkat Fusion Splicer. Apabila posisi kedua ujung fiber telah sesuai, maka dapat dilakukan proses penyambungan;
  • Perangkat Fusion Splicer (Fiber Optik) telah menyediakan slot untuk peleburan sleeve Protector. Saat penyambungan fiber telah selesai, maka leburkan Sleeve Protector dibagian titik penyambungan supaya terlindung kotoran maupun kondisi yang dapat menjadikan serat putus secara tiba-tiba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

●BAB 8 PENERAPAN DAN PENGUJIAN PROTOTYPE●