●BAB 5 PROSES PROTOTYPING●
KOMPETENSI INTI
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Jaringan pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Komputer dan Jaringan. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
KOMPETENSI DASAR
3.5 Menganalisis proses kerja pembuatan prototype produk barang/jasa
4.5 Membuat alur dan proses kerja pembuatan prototype produk barang/jasa
A.PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE
Pembuatan prototype disebut dengan prototyping. Tujuan dari prototyping adalah sebagai penguji daya tahan bentuk produk dan usaha yang ingin kita buat. Inovasi bertahap adalah keadaan di mana suatu badan usaha tidak bisa dibuat dalam bentuk prototype. Inovasi bertahap biasanya menyesuaikan keadaan dunia nyata. Dengan adanya kegiatan prototyping, para wirausaha, khususnya bidang produk kreatif bangunan akan mengetahui keunggulan dan kelemahan produk dan usaha yang dibuat.
1. Kegiatan Prototyping sebagai Artefak dalam Pembuatan Desain
Prototype dapat dianggap sebagai bentuk artefak, baik dalam tingkatan berdiri sendiri atau menjadi bagian dalam sebuah desain. Bila dilihat sebagai artefak, prototype mengandung karakteristik : mendukung kreativitas, membantu pengembang untuk menangkap dan menghasilkan ide, memfasilitasi pengembang dan memberikan informasi yang relevan tentang penggunaan prototype. Prototype dapat mendorong terjadinya komunikasi dan membantu para wirausaha dengan konsumen dalam berinteraksi untuk menyempurnakan produk yang dibuat.
Kita bisa menganalisis kegiatan prototyping berdasarkan empat dimensi sebagai berikut.
a. Dimensi Representasi
Dimensi Representasi berarti menggambarkan bentuk prototype, misalnya potongan lis dan panel gypsum, potongan dempul, dan lainnya.
b. Dimensi Presisi
Dimensi Presisi menggambarkan tingkat ketelitian prototype yang akan dievaluasi: Dalam dimensi tersebut, bentuknya kasar atau halus.
c. Dimensi Interaktif
Dimensi Interaktif menggambarkan sejauh mana hubungan antara konsumen dengan prototype yang dibuat oleh seorang wirausaha. Misalnya, apakah pihak pembeli menyukai layanan dan produk kreatif yang ditawarkan.
d. Dimensi Evolusi
Dimensi Evolusi menggambarkan prediksi siklus hidup dari suatu prototype, misalnya prototype tersebut bersifat sekali pakai atau permanen.
2. Tahapan-tahapan dalam Prototyping
Tahap-tahap dalam prototyping boleh dikatakan merupakan tahap-tahap yang dipercepat. Strategi utama dalam Prototyping adalah kerjakan yang mudah terlebih dahulu dan sampikan hasil kepada pengguna sesegera mungkin.
Prototyping dibagi ke dalam enam tahapan sebagai berikut.
a. Mengidentifikasi model prototype. Dalam bagian ini, pihak wirausahawan menjadi mengerti apa saja yang ada di dalam badan usaha yang mereka buat.
b. Rancang bangun prototype. Dalam rancang bangun bisa dibantu oleh seperangkat computer serta software CASE (Computer-Aided System Engineering) supaya bisa mendesain produk yang baru dan kompeten.
c. Uji prototype untuk memastikan prototype dapat dengan mudah dijalankan untuk tujuan demonstrasi. d. Siapkan prototype USD (User's System Diagram) untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari produk yang diprototype-kan. e. Evaluasi dengan pengguna untuk mengevaluasi prototype dan melakukan perubahan jika diperlukan.
f. Tranformasikan prototype menjadi produk nyata dan dibutuhan konsumen sebagai sebuah sampel atau contoh.
3.Faktor-faktor Penentu dalam Proses Strategi Pembuatan Prototype
Berikut ini disajikan berbagai faktor-faktor yang ada di dalam strategi prototyping.
a. Prototyping bisa berupa subsistem, serangkaian dari beberapa subsistem, atau keseluruhan sistem
Kita akan membuat sistem yang besar, mungkin hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memecahnya menjadi subsistem-subsistem yang lebih kecil yang masing-masing subsistem dapat dianalisis berdasarkan strategi yang paling optimal.
b.Melakukan Prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan Prototyping atas satu konsep
Ketika hanya ada satu atau dua konsep produk saja yang memungkinkan besar akan dipilih untuk dikembangkan, perkembangan prototype dalam jumlah banyak pada masa awal akan memberikan umpan balik penting bagi perancang.
c.Prototype iterative vs 1 prototype perkonsep
faktor ini berkaitan dengan pertanyaan "apakah masuk akal untuk membuat prototype yang dapat digunakan didalam semua permasalahan atau hanya berfokus pada kebutuhan desain dalam aspek tertentu sebelum menambah kebutuhan desain diaspek lain?"
d.prototype bisa merupakan kerja virtual (analisa CAD,FEA,CFD, dan laimain) atau fisik
Analisis kompleks biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh komputer dibanding dengan kemampuan manusia.sehingga,pengembangan model CAD akan membuat baik perkembangan prototype ataupun produk akhir menuai keuntungan produksi.namun,ada pula umpan balik yang bisa didapatkan oleh perancang,hanya jika ada para perancang membuat prototype fisik.
e.pembuatan prototype bisa dilakukan oleh pihak luar,bisa juga dengan mengunakan metode rapid prototyping atau dilakukan oleh perusahaan itu sendiri.
melakukan outsourcing (menyerahkan urusan kepada pihak luar) dapat membengkakkan biaya dan waktu.namun,pembuatan prototype secara outsourcing dapat membuat tim perancang terfokus pada aspek lain.selain itu,tim perancang juga dapat mencari bahan bahan yang tidak dapat ditemukan didalam perusahaan.dengan menggunakan metode rapid prototyping,perancang dapat mempercepat produksi prototype yang dievaluasi.yang terakhir,pembuatan prototype bisa dilakukan didalam perusahaan.cara ini dianggap sebagai cara yang paling mudah namun berpotensi membuang buang waktu.
f.fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala
jika kita berurusan dengan produk yang berukuran besar,seperti kapal dan pesawat terbang,maka kita tidak akan mungkin membuat prototype yang sama ukurannnya dengan produk akhirnya.(Kecuali untuk keperluan uji akhir).maka dari itu,kita bisa membuat skala fisiknya untuk mengetes aspekaspek tertentu dalam desain produk tersebut.
g.hasil akhir suatu bentuk usaha dapat dibuat skala lewat prototype
mungkin merupakan suatu hal yang bagus apabila perancang dapat merancang prototype yang mampu mencakup beberapa persyaratan desain dalam satu waktu.hal inin bertujuan agar perancang dapat membuat evaluasi atas fitur yang diharapkan ada pada produk tersebut,dengan adanya skala fuungsi,maka perancang akan merasa lebih mudah dalam menguji prototype dan produk final yang memiliki sifat lebih kuat.taoi,skala fungsional pada prototype dapat menjadi masalah apabalia harus melakukan antarmuka dengan beberapa prototype untuk membangun satu desain produk akhir.
4.Pendekatan-Pendekatan dalam Prototype
Strategi prototyping adalah kegiatan-kegiatan yang menjadi acuan dalam membuat prototype.terdapat banyak pilihan dalam strategi prototytping.berikut adalah pemdekatan-pendekatan yang bisa dipilih dalam pembuatan prototype.
a.pendekatan-pendekatan dalam strategi prototyping
Dalam bagian ini,kita akan membahas tentang berbagai pendekatan dalam strategi prototyping.berikut adalah penjelasan masing-masing pendekatan tersebut.
1) Pendekatan Bisnis
Pembuatan prototype dengan pendekatan aspek bisnis mengutamakan pda pentingnya sebuah inovasi,proses perancangan kreatif,dan kesuksesan suatu produk.jadi,prototype harus mampu membantu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Lalu,Strategi apa yang harus digunakan agar prototyping dan pengembangannya menjadi efektif dalam kaitannya dengan pendekatan bisnis?Berikut penjelasannya.
a) informasi pada uji coba prototype harus dapat memberikan informasi yang maksimal tentang kelebihan dan kekurangan suatu produk. b) prototype sebisa mungkin dapat menjadi representasi dari penggunaan produk akhir.
c) penerapan strategi prototyping harus sederhana.
d) pembuatan prototype harus dilakukan lebih dahulu daripada proses produksi.
e) produsen tidak boleh menambah perlalatan baru ketika sedang melakukan prototyping.
2) Pendekatan Rekayasa
Pada pendekatan aspek rekayasa,Prototyping adalah kegiatan mengaplikasikan ide pada suatu produk dan mewujudkannya menjadi bentuk fisik atau virtual.
B.Faktor-Faktor dalam Alur Kerja Prototyping Berikut adalah Faktor-faktor yang ada didalam alur kerja kegiatan prototyping. a.prototyping dapat dilakukan pada bagian-bagian dari suatu produk,bisa juga dilakukan pada seluruh produk.
ketika kita akan membuat sebuah produk yang rumit,mungkin hal terbaik yang bisa dilakukan oleh produsen adalah memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.Nantinya,Bagian-Bagian tersebut bisa dianalisa sesuai dengan startegi prototyping.
b.Jumlah prototype yang digunakan
faktor ini berkaitan dengan pertanyaan “apakah masuk akal untuk membuat prototype yang dapat diaplikasikan pada produk yang berbeda-beda atau membuat prototype yang berbeda-beda,sesuai dengan jenis produk yang akan dibuat?"
c.Prototype bisa berbentuk virtual (Analisa CAD,FEA,CFD, dan lain-lain) atau fisik
Analisa Prototype pada suatu produk yang rumit biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh komputer.sehingga,pengembangan model CAD akan membantu produsen dalam menganalisa prototype.Namun,ada pula informasi yang hanya bisa dodapatkan ketika produsen membuat prototype fisik.
d.pembuatan prototype bisa dilakukan dengan bantuan pihak luar di perusahaan,bisa juga dengan menggunakan metode rapid prototyping atau dilakukan oleh pekerjaan perusahaan tersebut.
Melakukan outsourcing (menyerahkan urusan kepada pihak luar) dapat membengkakkan biaya dan waktu.Namun,Pembuatan Prototype secara outsourcing dapat membuat staff perancang produk dapat berfokus pada masalah lain.dengan menggunakan metode rapid prototyping,perancang dapat mempercepat produksi prototype yang akan dievaluasi.yang terakhirpermbuatan prototype bisa dilakukan didalam perusahaan.cara ini dianggap sebagai cara yang paling murah namun berpotensi membuang buang waktu.
f.fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala
jika kita berurusan dengan produk yang berukuran besar,seperti kapal dan pesawat terbang,maka kita tidak akan mungkin membuat prototype yang sama ukurannya dengan produk akhirnya (kecuali untuk keperluan uji akhir).Maka dari itu,Kita bisa membuat skala fisiknya untuk mengetes aspek-aspek tertentu dalam desain produk tersebut.
B. APLIKASI TEKNIK RAPID PROTOTYPING DALAM PEMBUATAN PROTOTYPE PRODUK PERANGKAT KERAS
CAD adalah alat yang sanga penting untuk pembuatan desain prototype produk perangkat keras. Tujuan dari rapid prototyping adalah untuk pengembangan prototype dengan tempo yang relatif cepat.dengan memperpendek siklus pembuatan prototype-evaluasi prototype.desainer akan lebih mampu mencari alternatif lain dan membuat iterasi desain sebanyak yang mereka mau.dengan demikian,mereka akan lebih berpeluang menemukan solusi atas permasalahan yang ada pada prototype mereka.
istilad rapid (Cepat) adalah istilah yang tergantung pada konteks dan tingkat kesulitan suatu proyek.prototype awal,seperti sketsa produk,hanya memakan waktu beberapa menit.dalam fase berikutnya,prototype yang diproduksi dalam jangka waktu kurang dari 1 minggu masih bisa disebut seabagai prototype "cepat" namun,pootype terakhir akan memakan aktupaling lama,berbulan-bulan atau bahkan sampai bertahun-tahun.sementara itu karena prototype harus memenuhi unsur presisi,interaktif dan evolusi.
1.Rapid Prootypig luar jaringan
rapid prototyping luar jaringan adalah proses pembuatan prototype yang tidak memerlukan perangkat lunak.rapid prototyping luar jaringan adalah alat untuk evaluasi segala permasalahan ang berkaitan dengan desain.maka,jika terdapat kesalahan atau tak dipakai lagi,prototype tersebut dimusnahkan.
a.Rapid prototyping luar jaringan menggunakan kertas dan pensil
rapid prototyping dapat dilakukan paling cepat menggunakan kertas dan kertas catatan kecil sebagai respresentasi dari sistem interkatif.dengan berperan sebagai sistem dan pengguna,desainer dapat mengimplementasikan alternatif gambar dan interkasi dengan lebih cepat.
selain itu,desainer dapat membuat "efek special" dengan biaya yang relatif rencah.misalnya,desainer bisa membuat pointer dari kertas dan digerakkan sesuai dengan arahan desainer.dengan adanya prototype ini,para desainer dapat meperkirakan sistem antar-muka yang ada pada produk tersebut.
b.membuat mock up
mock up adalah bentuk realistis dari karya digital.banyak desainer menggunakan mock up untuk membuat ilustrasi desain hardware mereka mock up biasanya dibuat dari kertas karton.mock up adalah prototype fisik tingkat pertama.dengan adanya mock up,desainer bisa mengetahui bagaimanainterkasi antara produk dengan pengguna akan berlangsung.
dengan adanya mock up,desainer bisa memfokuskan desainernya pada aspek fisik,seperti posisi tombol,dan lain-lain.desainer juga dapat membuat beberapa mock up untuk perbandingan antara input dengan output,dan juga sebagai alternatif untuk skenario yang berbeda-beda.
2.Rapid prototyping dalam jaringan
Tujuan dari teknik rapid prototyping dalam jaringan adalah untuk menghasilkan prototype dengan presisi tingggi daripada rapid prototyping luar jaringan.dengan adanya rapid prototyping dalam jaringan,desainer bisa mengkomunikasikan idenya lebih mudah kepada klien,manajer,pengembang dan pengguna.selain itu,teknik tersebut juga berguna bagi para desainer untuk membuat detail gambar suatu produk.
a.simulasi non-interaktif
simulasi non-interaktif adalah animasi komputer yang menggambarkan apa yang dilihat oleh sesorang jika orang itu adalah pihak ketiga (orang yang tidak mengoperasikan suatu produk tapi juga melihatnya secara langsung) simulasi non-interkatif dilakukan apabila rapid prototyping menggunakan video tidak mampu menangkap detail kelemahan suatu produk.
b.simulasi interaktif.
dalam simulasi interkasi,desainer dapat membuat alat seperti adobe photoshop untuk membuat wizard of Oz.
c.Prototyping dengan teknik elektronik dan elektromagnetik dalam produk perangkat keras
berikut adalah salah satu cara prototyping dalam perangkat keras dengan menggunakan teknik elektronik dan etektromagnetik.ini diambil dari studi yang dilakukan oleh Prof.A.Ahluwalia dari Croso LM 'Materiali intelligenti e Biomimetici'.
1.Langkah setelah breadboard-Papan Matrix
Pertama-tama,gunakan Breadboard untuk penyusunan prototype dengan cepat.papan matrix digunakan agar prototype dapat disalin untuk membuat PCB.
Gambar diatas adalah gambar papan prototype PCB dengan papan matrix,solderlah komponen-komponen PCB dan pototng beberapa kabel untuk selanjutanya dihubungkan dengan komponen-komponen tersebut.Maka,Jadilah sirkuit.
2.Prototype PCB
PCB adalah nagian yang menjadi pusat komponen-komponen lain.sirkuit PCB dibuat dengan cara menghubungkan Material-material yang ada papab PCB atau "dicetak" pada papan bernama substrat
3.ECAD
ECAD atau Electronic Computer Aided Design adalah perangkat lunak uuntuk mendesain sistem elektronik seperti PCB dan IC.Alat ini bekerja bersamaan dengan alur desain,yakni penciptaan desain chip yang digunakan untuk menganalisa dan mengdesain chip semikonduktor.Sebelum ada EDA,IC disusun secara manual.
RANGKUMAN
1.berikut adalah faktor-faktor yang dapat berpengaruh dalam kegiatan prototyping :
a.prototyping bisa berupa sebuah subsistem atau serangkain dari beberapa subsistem,atau keseluruhan sistem.
b.melakukan prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan prototyping atas satu konsep.
c.prototype iterative vs 1 prototype perkonsep
d.prototype bisa merupakan kerja virtual (Analisa CAD,FEA,CFD, dan lain-lain)
e.pembuatan prootype bisa dilakukan oleh pihak luarbisa juga dengan menggunkan metode rapid prototyping atau dilakukan oleh perusahaan itu sendiri.
2.Prototype dapat dianggap sebagai bentuk artefak,baik dalam tingkatan berdiri semdiri atau menjadi bagian dalam sebuah desain.
3.Break-event point atau BEP adalah sebuah kondisi dimana jumlah pengeluaran yang diperlukan untuk biaya produksi sama dengan jumlah pendapatan yang diterima dari hasil penualan.akibatnya,perusahaan tidak mengalami laba maupun rugi.
Komentar
Posting Komentar